MAJENE — Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan sistem pendidikan. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan upaya tersebut adalah kualitas proses pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran yang bermakna, kontekstual, serta berorientasi pada kebutuhan murid dapat terwujud apabila pendidik terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas praktik mengajarnya secara berkelanjutan. Dalam hal ini, guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga dituntut menjadi pembelajar profesional yang senantiasa melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses pembelajaran.
Dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam, implementasi siklus TET dilakukan dengan melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai pelaku utama dalam proses belajar, mencoba, merefleksikan, serta memperbaiki praktik pembelajaran. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengalaman pembelajaran mendalam. Proses tersebut meliputi refleksi terhadap pengalaman belajar, penerapan strategi pembelajaran dalam situasi nyata, pengumpulan bukti atau data hasil pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil refleksi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Melalui penerapan siklus TET, diharapkan pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi dan pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di kelas. Perubahan tersebut diharapkan berlangsung secara kontekstual, berbasis bukti, dan berkesinambungan.
Sejalan dengan penerapan siklus TET, pendidik juga diharapkan memiliki kesadaran untuk terus melakukan refleksi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun kolaborasi dalam mencari solusi atas berbagai tantangan pembelajaran. Salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut adalah melalui kelompok kerja guru dan komunitas belajar sebagai wadah berbagi pengalaman, berdiskusi, serta meningkatkan kompetensi profesional pendidik.
Pelatihan PM KKA bagi Guru Matematika SMP Kabupaten Majene ini dilaksanakan dalam tujuh kali pertemuan secara tatap muka (luring), yang dimulai pada 23 September hingga minggu kedua Desember. Kegiatan ini didampingi oleh dua orang fasilitator, yakni Jasmi, S.Pd.SD., M.M. dan Erviana, S.Pd., dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang merupakan guru Matematika SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Majene.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi serta menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih inovatif, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.








